
Nuxt dan Prisma adalah kombinasi yang sangat produktif untuk membangun aplikasi fullstack modern. Nuxt mengurus tampilan dan routing, sementara Prisma mengurus komunikasi dengan database lewat schema yang jelas dan tipe data yang aman.

Saat mengerjakan proyek kecil sampai menengah, saya ingin satu repositori saja yang berisi frontend sekaligus backend. Nuxt menyediakan server routes lewat Nitro, jadi endpoint API bisa hidup berdampingan dengan halaman. Prisma melengkapinya dengan query yang rapi dan autocomplete yang akurat.
schema.prisma, misalnya User dan Post.server/api yang memanggil Prisma Client.Tips: jalankan npx prisma studio untuk melihat dan mengubah data lewat antarmuka web selama pengembangan.
export default defineEventHandler(async () => {
return await prisma.post.findMany({
where: { published: true },
orderBy: { createdAt: 'desc' },
})
})Dengan kode sependek itu, daftar artikel sudah bisa dipakai oleh halaman Nuxt lewat useFetch. Tipe datanya ikut terbawa, jadi kesalahan penulisan field langsung ketahuan saat mengetik.
select atau include secukupnya supaya respons API tidak terlalu besar.Jangan lupa menjalankan prisma generate setiap kali schema berubah, supaya tipe data di kode ikut diperbarui.
Untuk proyek pribadi maupun aplikasi klien dengan skala wajar, kombinasi ini terasa ringan dan cepat dikerjakan. Kalau kamu baru mau mulai, coba buat aplikasi catatan sederhana dulu sebelum masuk ke fitur yang lebih rumit.